Beranda / Hukum / Kebakaran Gudang Pestisida Tangsel, 7 Saksi Diperiksa

Kebakaran Gudang Pestisida Tangsel, 7 Saksi Diperiksa

Kebakaran Gudang Pestisida Tangsel

Jakarta – Kasus kebakaran gudang pestisida Tangsel memasuki babak baru. Polisi memeriksa tujuh saksi terkait insiden yang menyebabkan pencemaran Sungai Cisadane dan kematian ikan secara massal.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, memastikan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Baca Berita Lainnya “Pesepeda Umur 60 Tahun Tewas di KBT, Ada Luka Dahi

Polisi Periksa 7 Saksi Kebakaran Gudang Pestisida Tangsel

AKBP Boy Jumalolo mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa tujuh saksi hingga saat ini. Beberapa di antaranya merupakan karyawan gudang yang terbakar.

“Kami sudah memeriksa tujuh saksi. Proses ini masih berjalan dan kami terus mendalami kemungkinan adanya unsur pidana,” ujarnya kepada wartawan di Setu, Jumat (13/2/2026).

Polisi juga mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi. Tim penyidik kini fokus menelusuri penyebab awal api serta potensi kelalaian.

Mitigasi Lokasi dan Pemindahan Bahan Berbahaya

Selain memeriksa saksi, polisi langsung melakukan mitigasi di sekitar lokasi kebakaran gudang pestisida Tangsel. Petugas berupaya mengamankan area dan memindahkan bahan berbahaya untuk mencegah dampak lanjutan.

“Kami prioritaskan keamanan wilayah terlebih dahulu. Benda berbahaya akan kami geser agar tidak membahayakan warga sekitar,” jelas Boy.

Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah potensi ledakan susulan maupun pencemaran tambahan.

Api Padam Setelah 7 Jam, Sungai Cisadane Tercemar

Kebakaran terjadi pada Senin (9/2/2026) di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Api yang berasal dari bahan kimia membuat proses pemadaman berlangsung sulit. Petugas bahkan menggunakan dua truk pasir untuk membantu menjinakkan kobaran api.

Api akhirnya padam setelah tujuh jam penanganan intensif.

Namun dampak kebakaran gudang pestisida Tangsel tidak berhenti di lokasi kejadian. Air Sungai Cisadane berubah warna menjadi putih dan diduga tercemar zat kimia. Warga melaporkan banyak ikan mati mengambang di aliran sungai.

Dampak Lingkungan Jadi Sorotan

Pencemaran Sungai Cisadane menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerhati lingkungan. Sungai ini menjadi sumber air bagi banyak wilayah di sekitar Tangerang dan Jakarta.

Perubahan warna air dan kematian ikan memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap ekosistem serta kesehatan warga.

Polisi dan instansi terkait kini meneliti sampel air untuk memastikan tingkat pencemaran dan potensi bahaya bagi masyarakat.

Penyelidikan Masih Berjalan

Hingga kini, aparat belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran gudang pestisida Tangsel. Penyidik masih mengumpulkan bukti, memeriksa saksi tambahan, serta menunggu hasil uji laboratorium.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan penyimpanan bahan kimia serta pengawasan ketat terhadap industri yang berpotensi mencemari lingkungan.

Masyarakat berharap aparat dapat mengungkap penyebab kebakaran dan memastikan pihak yang bertanggung jawab mempertanggungjawabkan perbuatannya jika terbukti bersalah.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *