Beranda / Nasional / Gegara Hal Sepele, Pacar Bunda Aniaya Balita di Hotel Karawang

Gegara Hal Sepele, Pacar Bunda Aniaya Balita di Hotel Karawang

pacar aniaya balita Karawang

Kejadian Mengerikan di Hotel Karawang Barat

Peristiwa kekerasan terhadap anak kembali mengguncang warga Karawang. Seorang pria berinisial IP (30) diduga menganiaya balita usia 2,5 tahun di sebuah hotel di Karawang Barat pada Kamis dini hari.

Petugas dari Polres Karawang segera turun tangan setelah menerima laporan. Kasi Humas Ipda Cep Wildan menjelaskan bahwa ibu korban menginap bersama anaknya dan pacarnya di hotel tersebut.

Saat ibu keluar sebentar membeli makanan, pelaku tinggal di kamar bersama balita. Ketika ibu kembali, ia melihat anaknya sudah terluka parah di wajah dan tubuh.

Baca Berita Lainnya “PR Besar Penindakan Kanker Anak di Indonesia, SDM dan Fasilitas Jadi Tantangan

Tangisan Anak Picu Emosi Pelaku

Polisi menemukan fakta bahwa pelaku kehilangan kesabaran karena tidak tahan mendengar tangisan korban. Emosi yang meledak membuatnya melakukan kekerasan brutal.

Korban kini menjalani perawatan intensif dan mendapat pendampingan psikologis. Tim medis berusaha memulihkan kondisi fisik sekaligus trauma yang dialami balita tersebut.

Kasus ini menunjukkan betapa berbahayanya emosi yang tidak terkontrol terhadap anak-anak yang tidak berdaya.

Polisi Bertindak Cepat, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Setelah mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi, polisi menetapkan IP sebagai tersangka dan langsung menahannya. Penyidik menjerat pelaku dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Pelaku terancam hukuman penjara hingga lima tahun. Polisi juga memastikan korban mendapat perlindungan maksimal selama proses hukum berjalan.

Alarm Keras untuk Perlindungan Anak

Kasus ini mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga emosi dan keselamatan anak. Orang tua dan lingkungan sekitar harus berani melapor jika melihat tanda kekerasan.

Anak membutuhkan rasa aman, perhatian, dan kasih sayang. Tanpa perlindungan yang kuat, trauma seperti ini bisa meninggalkan luka seumur hidup.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *