Kasus anak muda Depok nobar tawuran kembali mengguncang warga Cipayung, Pancoran Mas. Sebanyak 15 remaja berkumpul setelah menerima undangan untuk menonton tawuran yang menyebar lewat media sosial.
Warga yang melihat situasi mencurigakan langsung bertindak cepat. Mereka menangkap para remaja itu sebelum tawuran sempat terjadi dan segera menyerahkan mereka kepada polisi.
Ajakan Nobar Tawuran Bermula dari Media Sosial
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal dari ajakan di akun media sosial bernama “almaria”. Dalam unggahan tersebut, pelajar saling menantang dan mengundang teman-temannya untuk datang menonton di Gang Langgar, Pancoran Mas, pada Senin malam (10/11/2025).
“Mereka menulis ajakan ‘Mari nonton kita di Gang Langgar,’ dan banyak yang datang,” ungkap Made Budi.
Setelah pesan itu menyebar, belasan remaja langsung berdatangan ke lokasi. Sebagian datang karena penasaran, sedangkan lainnya ingin merekam aksi tawuran itu.
Warga Bergerak Cepat Mencegah Tawuran
Warga sekitar langsung mengambil langkah cepat begitu melihat kerumunan yang tidak biasa. Mereka mengamankan 15 remaja dan menyerahkan semuanya ke Polsek Sukmajaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Masyarakat bergerak lebih dulu sebelum tawuran terjadi. Mereka menangkap para remaja yang sudah berkumpul,” jelas Made Budi.
Tindakan cepat warga berhasil menggagalkan potensi bentrokan besar yang bisa membahayakan banyak orang. Polisi pun mengapresiasi kepedulian masyarakat yang menjaga keamanan lingkungannya.
Baca berita lainnya “Babak Baru Bos Mecimapro Lekas Diadili atas Kasus Penggelapan Dana Konser TWICE“
Polisi Panggil Orang Tua dan Beri Pembinaan
Para remaja tidak dipenjarakan oleh polisi. Sebagai gantinya, petugas memanggil orang tua mereka untuk memberikan pembinaan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Kami memanggil orang tua dan membuat surat pernyataan agar anak-anak tidak mengulangi perbuatan itu,” ujar Made Budi.
Selain itu, polisi menelusuri akun media sosial yang menjadi sumber ajakan tawuran guna memutus rantai penyebaran konten serupa.
Fenomena Baru: Nobar Tawuran Jadi Tren Berbahaya
Fenomena nobar tawuran via medsos kini menjadi tren berbahaya di kalangan remaja. Banyak dari mereka datang hanya untuk mencari sensasi atau konten video agar terlihat “keren” di dunia maya.
Para pengamat sosial menilai perilaku tersebut muncul karena minimnya pengawasan keluarga serta pengaruh konten kekerasan online. Karena itu, orang tua perlu lebih aktif memantau aktivitas anak-anak di internet.
Dengan bimbingan yang tepat, para remaja bisa diarahkan ke kegiatan positif yang lebih bermanfaat.
Polisi Ajak Remaja Gunakan Media Sosial dengan Bijak
AKP Made Budi mengingatkan bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana berbagi hal positif. Ia meminta pelajar agar tidak mudah tergoda oleh konten yang memicu kekerasan.
“Gunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai dunia maya menjerumuskan kita pada tindakan berbahaya,” tegasnya.
Selain itu, kepolisian juga meningkatkan patroli siber untuk mengawasi akun-akun yang menyebarkan ajakan tawuran. Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
