Israel Gempur Gaza Saat Gencatan Senjata
Ketegangan di Jalur Gaza kembali meningkat meskipun gencatan senjata masih berlangsung. Pada Senin (27/10), Israel gempur Gaza saat gencatan senjata, menargetkan Kota Khan Younis di Gaza Selatan. Serangan tersebut menewaskan dua warga Palestina.
Sehari kemudian, otoritas kesehatan Gaza melaporkan serangan lanjutan yang menewaskan 26 orang di berbagai wilayah. Data terbaru dari Badan Pertahanan Sipil Gaza mencatat total korban mencapai 101 orang tewas dan 200 orang luka-luka, sebagian besar perempuan, anak-anak, serta lansia.
Israel mengklaim mereka menyerang posisi Hamas karena kelompok itu melanggar kesepakatan gencatan senjata. Namun Hamas membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa mereka tetap mematuhi perjanjian damai yang difasilitasi Amerika Serikat.
Trump Dukung Israel di Tengah Pelanggaran Gencatan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menjadi mediator kesepakatan gencatan senjata Gaza, justru mendukung tindakan Israel. Saat berbicara di Air Force One dalam perjalanan dari Jepang menuju Korea Selatan, Trump menilai langkah Israel sebagai bentuk pembelaan diri.
“Sejauh yang saya pahami, Hamas menembak tentara Israel,” ujar Trump. “Jadi, Israel menyerang balik dan memang seharusnya mereka melakukan itu.”
Trump menegaskan bahwa gencatan senjata Gaza tidak terancam. Ia menilai Hamas hanya bagian kecil dari konflik Timur Tengah.
“Jika mereka berperilaku baik, mereka akan hidup damai. Tetapi jika tidak, hidup mereka akan berakhir,” katanya tegas.
Wakil Presiden AS Pastikan Perdamaian Masih Terjaga
Wakil Presiden AS JD Vance memperkuat pernyataan Trump. Ia menyebut gencatan senjata masih berlaku meski Israel melakukan serangan terbatas.
“Presiden telah mewujudkan perdamaian bersejarah di Timur Tengah. Gencatan senjata masih berjalan meskipun ada bentrokan kecil,” ucap Vance di Washington DC.
Menurutnya, Israel hanya membalas serangan terhadap tentaranya. “Kami tahu Israel akan merespons, tetapi perdamaian yang dibangun Presiden akan tetap bertahan,” tambahnya.
Baca berita laiinya :”Israel Kembali Menyerang Palestina: Gencatan Senjata Dilanggar, Korban Sipil Terus Bertambah”
Hamas Tegaskan Tetap Patuhi Kesepakatan
Kelompok Hamas segera menanggapi tuduhan pelanggaran gencatan senjata dari Menteri Pertahanan Israel Israel Katz. Hamas menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam insiden penembakan di Rafah yang memicu serangan balasan.
“Kami tidak memiliki hubungan dengan insiden itu dan tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata,” kata perwakilan Hamas.
Sebaliknya, Katz memperingatkan bahwa Hamas akan membayar mahal jika terus menyerang tentara Israel. Ia menyebut tindakan Hamas sebagai pelanggaran garis merah yang harus dibalas dengan kekuatan besar.
Konflik Gaza: Perdamaian di Ujung Tanduk
Serangan Israel di tengah gencatan senjata menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas Timur Tengah. Banyak pengamat menilai dukungan terbuka Trump terhadap Israel dapat memperpanjang konflik.
Bagi warga Gaza, setiap ledakan di langit menjadi pengingat pahit bahwa perdamaian sejati masih jauh dari kenyataan.
