Beranda / Nasional / Jejak Pilu Ekspedisi Terakhir Pesawat ATR 42-500 Terekam FlightRadar24

Jejak Pilu Ekspedisi Terakhir Pesawat ATR 42-500 Terekam FlightRadar24

Jejak penerbangan ATR 42-500

Jejak penerbangan terakhir pesawat ATR 42-500 milik Indonesian Air Transport (IAT) menjadi sorotan publik setelah pesawat tersebut jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Rekaman FlightRadar24 merekam perjalanan terakhir pesawat itu secara detail dan menghadirkan jejak pilu yang kini menjadi saksi bisu tragedi udara tersebut.

Rekaman FlightRadar24 Ungkap Detik-Detik Terakhir ATR 42-500

Aplikasi pelacak penerbangan FlightRadar24 mencatat dengan jelas ekspedisi terakhir pesawat ATR 42-500 berkode registrasi PK-THT. Data tersebut menunjukkan rute dan pergerakan pesawat hingga akhirnya dinyatakan hilang kontak.

Pada Jumat, 16 Januari 2026, pesawat ini menjalani dua penerbangan, yakni rute Bandung–Semarang pada pagi hari dan Semarang–Yogyakarta pada sore hari. Keesokan harinya, Sabtu 17 Januari 2026, pesawat lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar pukul 08.08 WIB.

Namun, penerbangan terakhir itu tercatat dengan status unknown karena pesawat mengalami kecelakaan sebelum mencapai tujuan.

Baca Berita Lainnya”BMKG Prediksi Jabodetabek Diguyur Hujan Besok, Warga Diminta Waspada

Garis Putus-Putus Jadi Saksi Tragedi Udara

FlightRadar24 menyediakan fitur playback yang memungkinkan publik menelusuri kembali jejak penerbangan terakhir ATR 42-500. Jalur penerbangan awal terlihat normal dengan garis hijau hingga wilayah utara Pulau Madura.

Namun setelah itu, garis berubah menjadi putus-putus lurus yang mengarah ke Gunung Bulusaraung. Berdasarkan kesaksian pendaki dan tim SAR, titik tersebut menjadi lokasi akhir penerbangan sebelum pesawat menabrak gunung.

Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem di Gunung Bulusaraung

Tim SAR gabungan terus melanjutkan proses evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat. Posko pencarian terpusat di Kabupaten Pangkep dan melibatkan Basarnas, TNI, Pemkab Pangkep, serta relawan.

Namun, hujan deras, kabut tebal, dan angin kencang masih menghambat upaya evakuasi. Medan pegunungan yang curam juga menambah tantangan bagi tim di lapangan.

Meski demikian, seluruh unsur terkait tetap berupaya maksimal demi mengevakuasi korban dan mengungkap penyebab kecelakaan.

FlightRadar24 Jadi Referensi Penting Investigasi

Rekaman FlightRadar24 kini berperan penting sebagai referensi awal bagi publik dan pihak berwenang. Data jalur, kecepatan, serta ketinggian pesawat membantu membangun gambaran kronologis kejadian.

Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan penerbangan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem seperti pegunungan Sulawesi Selatan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *