Menu MBG saat puasa tetap berjalan selama Ramadan. Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis terus memberi manfaat tanpa mengganggu ibadah puasa masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menyesuaikan jenis menu dan waktu pembagian makanan.
Pemerintah Ubah Menu MBG Selama Ramadan
Badan Gizi Nasional menyesuaikan menu MBG saat puasa dengan mengganti makanan basah menjadi makanan kering. Langkah ini menjaga kualitas makanan hingga waktu berbuka puasa.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan bahwa pemerintah menyediakan kurma, telur rebus, telur asin atau pindang, susu, buah, dan abon. Menu ini mengandung protein, energi, serta zat gizi penting yang tubuh butuhkan setelah berpuasa.
Selain itu, menu kering lebih tahan lama dan mudah dibawa pulang oleh penerima manfaat.
Baca Berita Lainnya:”Trump-Carney Memanas: Ancaman Tarif 100% dan Respons Kanada“
Pembagian Menu MBG Saat Puasa Disesuaikan
Pemerintah juga menyesuaikan waktu pembagian menu MBG saat puasa. Petugas membagikan makanan kepada siswa sekolah pada siang hari. Setelah itu, siswa membawa makanan tersebut untuk berbuka di rumah.
Di pondok pesantren, petugas membagikan makanan pada sore hari menjelang berbuka. Sementara itu, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan penerima manfaat yang tidak berpuasa tetap menerima MBG dengan menu serta jadwal normal.
Menu MBG Tetap Penuhi Kebutuhan Gizi
Melalui menu MBG saat puasa, pemerintah ingin menjaga asupan gizi masyarakat selama Ramadan. Program ini membantu memenuhi kebutuhan energi sekaligus mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak penerima manfaat.
Karena itu, pemerintah terus mengawasi kualitas menu dan kelancaran distribusi di seluruh daerah.
Penerima Manfaat MBG Capai 60 Juta Orang
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi kini mencapai lebih dari 22 ribu unit di seluruh Indonesia. Program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat.
Pemerintah akan mengevaluasi program ini secara berkala. Evaluasi tersebut mencakup pertumbuhan fisik, kesehatan, dan perkembangan kognitif penerima manfaat dalam jangka panjang.
