Night at Ragunan Zoo menghadirkan pengalaman wisata malam yang berbeda dari kunjungan siang hari. Program ini memungkinkan pengunjung berkeliling kebun binatang, berinteraksi dengan hewan, dan menikmati atmosfer hutan kota Jakarta yang lebih tenang.
Dengan adanya program ini, Ragunan tidak hanya menjadi destinasi wisata edukatif siang hari, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan aman di malam hari.
Wisata Malam di Ragunan: Pengalaman Interaktif dengan Binatang
Saat matahari tenggelam, kebun binatang Ragunan menunjukkan sisi lain. Pengunjung bisa memilih berjalan kaki atau menyewa buggy car untuk menjelajah zona dalam. Kendaraan listrik berkapasitas lima orang ini menjadi moda utama karena mobil pribadi hanya boleh sampai area parkir.
Dalam tur malam ini, pemandu menjelaskan rute yang dilewati, sekaligus memperkenalkan binatang yang aktif di malam hari, termasuk mamalia kecil, harimau, dan reptil dalam terarium.
Baca Berota Lainnya”Peternakan Sapi Prabowo untuk Pasok Susu MBG di Lahan 500 Ribu Hektare“
Terarium Reptil dan Ular Cincin Emas
Pemberhentian pertama membawa pengunjung ke terarium reptil, tempat suasana lebih sepi. Pemandu meminta pengunjung tidak berisik agar binatang nokturnal tetap nyaman. Labi-labi besar, kura-kura, dan iguana menjadi fokus edukasi.
Di kandang ular, ular cincin emas menarik perhatian. Beberapa memakan ikan, ada pula yang memangsa sesama ular. Semua hewan ini berasal dari penangkaran, bukan dari alam, sesuai aturan konservasi.
Interaksi Seru dengan Kuda Nil Anom
Bagian favorit pengunjung adalah kandang kuda nil. Pengunjung diperbolehkan memberi makan Anom, kuda nil jantan berusia 14 tahun. Petugas menjelaskan teknik aman memberi makan, sehingga interaksi berjalan menyenangkan dan aman.
Dion, salah satu pengunjung, mengatakan pengalaman malam ini berbeda karena bisa berinteraksi langsung dengan hewan dan pemandu yang menjelaskan detail setiap satwa.
Menemui Mamalia Kecil dan Satwa Lainnya
Perjalanan dilanjutkan ke kandang mamalia kecil. Walabi, kucing mangrove, musang martin, trenggiling, dan musang pandan tampil aktif di malam hari. Wisatawan mendapat informasi lengkap tentang habitat, makanan, dan perilaku masing-masing hewan.
Pengalaman ini memberi nilai edukatif lebih, karena pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga memahami kehidupan satwa.
Harimau Sumatera: Loreng Unik dan Kemampuan Perenang Hebat
Di kandang harimau Sumatera, pengunjung menyaksikan harimau jantan Rafa yang sedang makan. Petugas menjelaskan loreng unik harimau seperti sidik jari manusia dan kemampuan berenangnya. Ragunan memiliki total 18 harimau Sumatera, dengan umur tertua mencapai 20 tahun.
Aktivitas ini menekankan kombinasi antara edukasi dan hiburan, membuat wisata malam lebih berkesan.
Night at Ragunan Zoo: Program Uji Coba yang Sukses
Program Night at Ragunan Zoo dimulai 11 Oktober 2025. Pada uji coba pertama, tercatat 2.299 pengunjung, dan pada uji coba kedua naik menjadi 4.713 pengunjung. Program ini dibuka setiap Sabtu, pukul 18.00–22.00 Wib, termasuk saat libur Tahun Baru 2026.
Harga tiket tetap sama seperti Ragunan siang hari: Rp3.000 untuk anak usia 2–15 tahun dan Rp4.000 untuk dewasa. Parkir kendaraan berlaku, tetapi mobil pribadi tidak diizinkan masuk zona dalam saat wisata malam.
Kesimpulan: Wisata Malam Edukatif dan Menyenangkan
Night at Ragunan Zoo menghadirkan sisi lain dari Ragunan, memberi pengalaman interaktif, edukatif, dan menyenangkan. Pengunjung bisa menikmati hutan kota di malam hari, belajar perilaku hewan, dan berinteraksi langsung dengan satwa.
Dengan konsep ini, Ragunan menjadi destinasi wisata malam yang aman, nyaman, dan menarik, baik untuk keluarga maupun pengunjung individu yang ingin merasakan pengalaman unik di Jakarta.
