Beranda / Hukum / Pesepeda Umur 60 Tahun Tewas di KBT, Ada Luka Dahi

Pesepeda Umur 60 Tahun Tewas di KBT, Ada Luka Dahi

Pesepeda umur 60 tahun tewas di KBT

Jakarta – Pesepeda umur 60 tahun tewas di KBT (Kanal Banjir Timur), Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026) pagi. Korban yang tengah mengikuti aktivitas gowes bersama komunitasnya itu meninggal dunia dengan luka di bagian dahi.

Peristiwa ini langsung menggegerkan warga sekitar dan para pesepeda lain yang sedang berolahraga pagi. Rekan-rekan korban segera meminta bantuan saat melihat pria tersebut terjatuh.

Baca Berita Lainnya “Mencekam! Pesawat Tergelincir ke Laut Saat Mendarat Darurat di Mogadishu

Kronologi Pesepeda Umur 60 Tahun Tewas di KBT

Komandan Tim Satpol PP Duren Sawit, Bahrul, menjelaskan bahwa petugas menemukan korban saat melakukan patroli rutin di sepanjang jalur KBT.

“Korban bernama samaran T (60), warga Panca Masyarakat, Jatinegara. Saat itu ia bersepeda bersama rekan-rekannya, lalu mereka langsung meminta pertolongan,” ujar Bahrul di lokasi kejadian.

Menurut keterangan sementara, korban sempat berhenti dan duduk sebelum akhirnya terjatuh. Rekan korban yang melihat kejadian tersebut langsung memanggil petugas yang berada tidak jauh dari lokasi.

Selain itu, petugas Satpol PP segera mengamankan area sekitar untuk mencegah kerumunan. Mereka juga langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menangani kejadian tersebut.

Luka di Dahi, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Petugas menemukan luka di bagian dahi korban. Namun hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian pesepeda umur 60 tahun tewas di KBT tersebut.

“Untuk penyebabnya kami masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian. Dari pengamatan awal, terlihat luka di pelipis yang kemungkinan akibat jatuh,” jelas Bahrul.

Sementara itu, keluarga korban mengirim ambulans ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Petugas kemudian membantu proses evakuasi agar berjalan lancar dan tertib.

Pengingat Penting untuk Pesepeda Lansia

Peristiwa pesepeda umur 60 tahun tewas di KBT ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama lansia, agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum berolahraga.

Selain itu, para pesepeda juga perlu memastikan tubuh dalam kondisi prima, menjaga hidrasi, dan tidak memaksakan diri saat merasa lelah. Dengan demikian, risiko kejadian serupa dapat diminimalkan.

KBT memang menjadi salah satu lokasi favorit warga Jakarta Timur untuk bersepeda. Namun, setiap individu tetap perlu mengutamakan keselamatan dan kesehatan saat beraktivitas di ruang publik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *