Peternakan Sapi Prabowo menjadi proyek besar yang langsung bergerak setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan peternakan baru untuk memenuhi kebutuhan susu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menyiapkan lahan raksasa seluas 500 ribu hektare untuk mempercepat penyediaan susu nasional.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa tim pemerintah mulai mengatur lokasi, mempersiapkan tenaga kerja, dan menata proses produksi. Semua lini bergerak sejak instruksi presiden turun.
Instruksi Prabowo Memicu Gerak Cepat di Lapangan
Nanik menceritakan bahwa Prabowo ingin memastikan ketersediaan susu terpenuhi tanpa hambatan. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran bekerja cepat.
“Kita langsung bergerak malam ini. Presiden meminta peternakan sapi perah ini berjalan tanpa menunggu,” jelas Nanik.
Pemerintah juga menyiapkan sistem peternakan terpadu. Mereka membuat unit pembuatan pakan, membangun area penggemukan sapi perah, dan menyiapkan fasilitas pengolahan susu.
BACA BERITA LAIINYA “Anak Muda Depok Nobar Tawuran Lewat Medsos, 15 Orang Diamankan Warga“
Target Ambisius: 3 Juta Liter Susu Setiap Hari
Setiap elemen program bergerak menuju target besar: produksi 3 juta liter susu per hari. Angka ini menutup kebutuhan anak-anak penerima MBG di seluruh Indonesia.
Untuk mencapai target tersebut, proyek ini melibatkan:
-
lokasi peternakan terintegrasi,
-
pabrik pakan ternak,
-
manajemen produksi skala besar,
-
pusat distribusi yang efisien.
Dengan sistem ini, pemerintah ingin memastikan pasokan susu tetap stabil sepanjang tahun.
Pembagian Lahan: 200 Ribu Hektare di Jawa, 300 Ribu di Luar Jawa
Pemerintah memilih pembagian lokasi yang strategis. Sebanyak 200 ribu hektare berada di Pulau Jawa, sedangkan 300 ribu hektare lainnya tersebar di luar Jawa.
Pembagian ini mempermudah distribusi dan mempercepat suplai susu ke seluruh provinsi. Selain itu, pemerintah menargetkan terciptanya pusat peternakan baru yang mampu mendorong ekonomi wilayah sekitar.
Menuju Kemandirian Susu Nasional
Proyek Peternakan Sapi Prabowo tidak hanya mengamankan pasokan susu untuk MBG, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor. Pemerintah ingin membangun industri susu nasional yang kuat dan mandiri.
Program ini berpeluang:
-
membuka lapangan kerja dalam jumlah besar,
-
meningkatkan produktivitas sektor peternakan,
-
memperluas kesejahteraan petani dan peternak lokal,
-
memperkokoh ketahanan pangan nasional.
Dengan langkah cepat yang berjalan sejak instruksi presiden turun, Indonesia bergerak menuju masa depan di mana kebutuhan susu terpenuhi oleh produksi dalam negeri.
