BANG479daily – Tim DVI Polda Jatim Tuntaskan Identifikasi 63 Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny
Tim DVI Polda Jawa Timur menyelesaikan proses identifikasi 63 korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Dengan hasil ini, seluruh korban sudah diketahui identitasnya, dan tahapan identifikasi pun resmi berakhir.
Proses Identifikasi dan Keterangan Resmi Polisi
Pada Rabu, 15 Oktober 2025, Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol dr. M. Khusnan Marzuki mengumumkan perkembangan terakhir hasil identifikasi. Ia menjelaskan bahwa tim DVI mengonfirmasi identitas lima korban terakhir melalui pemeriksaan medis dan uji DNA.
“Hari ini, 15 Oktober 2025, tim DVI Polda Jatim berhasil mengidentifikasi lima jenazah terakhir yang cocok dengan data antemortem,” jelas Khusnan.
Dengan demikian, tim forensik menutup proses identifikasi setelah bekerja tanpa henti selama lebih dari dua pekan.
Sementara itu, Polres Sidoarjo terus menelusuri penyebab runtuhnya bangunan. Kasus ini berada pada tahap penyidikan, dan penyidik mulai memeriksa pihak yang terlibat dalam pembangunan musala tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan ahli konstruksi untuk mengetahui apakah kelalaian struktur atau kesalahan teknis menjadi penyebab utama ambruknya bangunan.
Tahapan Identifikasi Korban
1 Oktober 2025: Tahap Awal
Tim DVI memverifikasi empat korban pertama, yaitu:
-
Maulana Alfan Ibrahimavic – Pabean Cantikan, Surabaya
-
Muhammad Soleh – Bangka Belitung
-
Muhammad Mashudulhaq – Dukuh Pakis, Surabaya
-
Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas – Putat Jaya, Surabaya
Setelah identifikasi selesai, tim segera menyerahkan hasilnya kepada keluarga korban di RS Siti Hajar dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
2–6 Oktober 2025: Progres Bertahap
Selanjutnya, proses identifikasi berjalan stabil setiap hari. Pada 2 Oktober, tim berhasil mengenali satu korban tambahan.
Kemudian, mulai 4 hingga 6 Oktober, tim meningkatkan jumlah hasil identifikasi secara signifikan hingga mencapai sepuluh korban baru.
Beberapa di antaranya ialah:
-
Firman Noor (16) – Surabaya
-
M. Azka Ibadurrahman (13) – Kenjeran, Surabaya
-
Moh. Royhan Mustofa (17) – Bangkalan
-
Abdul Fattah (18) – Sampang
-
Mohammad Aziz Pratama Yudistira (16) – Bekasi
Tim DVI menggunakan kombinasi metode medis, sidik jari, dan properti pribadi untuk mempercepat hasil identifikasi.
7 Oktober 2025: Pencapaian Terbesar
Pada tanggal ini, tim berhasil mengidentifikasi 17 korban sekaligus. Angka tersebut menjadi pencapaian tertinggi selama proses berlangsung.
Sebagian besar korban berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, dan Lamongan.
Setelah itu, tim mengonfirmasi hasilnya melalui data gigi dan DNA agar tidak terjadi kesalahan pencocokan.
Hasil Lengkap Berdasarkan Tes DNA dan Properti
Berikut daftar korban yang berhasil diidentifikasi secara akurat melalui kombinasi tes DNA, medis, gigi, dan barang pribadi:
-
Abdus Somad (17) – Sampang
-
Imam Junaidi (16) – Bangkalan
-
Mohammad Fajri Ali (14) – Surabaya
-
Muhammad Nasi Hudin (15) – Bangka Belitung
-
Achmad Suwaifi (15) – Bangkalan
-
Mochammad Haikal Ridwan (14) – Bangkalan
-
Moch. Adam Fidiansyah (12) – Sidoarjo
-
Muhammad Raihan Jamil (14) – Surabaya
-
Mohammad Abdul Rohman Nafis (15) – Sidoarjo
-
M. Ghifari Chasbi (15) – Pasuruan
-
Moh. Toni Afandi (14) – Surabaya
-
Ach. Ramzi Fariki (15) – Bogor
-
Abdullah As Syadid (16) – Bangkalan
-
Arif Afandi (15) – Surabaya
Setelah hasil diumumkan, keluarga korban langsung menerima hasil resmi dan mengurus proses pemakaman di daerah masing-masing.
10–15 Oktober 2025: Tahap Akhir
Kemudian, tim DVI melanjutkan identifikasi korban berikutnya. Pada 10 Oktober, dua korban asal Bangkalan dan Jember berhasil dikenali.
Setelah itu, antara 11 hingga 13 Oktober, tim mengonfirmasi enam korban tambahan melalui hasil tes DNA lanjutan.
Akhirnya, pada 14 dan 15 Oktober, seluruh korban terakhir juga berhasil teridentifikasi secara resmi.
Korban terakhir yang terkonfirmasi, antara lain:
-
Sholihan (17) – Bangkalan
-
Rafa Aldiyansyah (14) – Bangkalan
-
Fairuz Shirojuddin (16) – Sidoarjo
-
Moch. Defa Sharifuddin (17) – Nganjuk
-
Zaky (12) – Sampang
Penutup
Dengan kerja keras tim forensik dan dukungan keluarga korban, proses identifikasi 63 korban Ponpes Al Khoziny kini selesai sepenuhnya.
Selain itu, penyelidikan teknis terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti runtuhnya bangunan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa hasil investigasi akan diumumkan secara transparan kepada publik.
Di sisi lain, pemerintah daerah berjanji memberikan bantuan dan pendampingan psikologis kepada keluarga korban agar mereka dapat memulihkan kondisi dengan lebih baik.
